Serena - Sailor Moon

My live

CIAMIS-Masjid Jami Nurul Hidayah di Kampung Cikawung Desa Cin-taratu Kec. Lakbok Kabupaten Ciamis, diresmikan beberapa waktu lalu. Peresmian masjid yang pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta itu, dilakukan oleh Direktur "World Assembly of Muslim Youth" (WAMY) Indonesia, Ustaz H. Aang Suandi, Lc. didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Amal, Kab. Ciamis K.H. Muhtadin, Lc. Acara tersebut dihadiri pula Camat Lakbok, Kapolsek, dan Danramil setempat serta undangan lainnya. Prosesi peresmian di antaranya membuka tirai prasasti dan serah terima kunci. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, donatur pembangunan masjid itu adalah Sayidah Maryam dari Riyadh Arab Saudi. WAMY yang didirikan 1392 H/1972 M itu merupakan lembaga internasional nonpemerintah dan terdaftar di PBB yang peduli terhadap pembangunan generasi muda. Saat Ini, Presiden WAMY dijabat Syekh Shalih Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syekh. (A9) .Masjid agung ini juga di gunakan masyarakat cikawung dan sekitarnya untuk melaksanakan shalat Idul fitri,Idul Adha,jum'at dan shalat berjamaah.,lainnya..masjid ini terletak di dekat pasar cikawung..di sebelah masjid ini juga terdapat sebuah stasiun cikawung namun sudah terpakai lagi sejak aku kecil.padahal dengan adanya stasiun tersebut saya dapat pergi jalan jalan santai bersama keluarga saya.namun aku belum sempat memberikan gambar stasiunnya yang sekarang sudah mulai menjadi seperti rumah yang sudah terurus atau dapat dikatakan gudang..                                                                                                                                                                                                                    
Inilah mushola dimana saya belajar ilmu agama.. dari mulai saya belum sekolah sampai saya kelas 3 smp saya masih belajar disini..walau terkadang saya suka malas namun akibat dorongan yang sedikit memaksa dari kedua orang tua saya yang membuat saya terbiasa setiap malam mengaji di mushola ini...Di mushola ini juga saya telah menghatamkan satu kali Al-Quran,2 kali Kitab Safinah,dan kalau tidak salah setengah dari kitab Duror(kitab gundul)...saya tidak menyelesaikan kitab itu karena saya harus bersekolah dibanjar..padahal saya masih mau mengaji seperti itu apabila dibanjar ada yang seperti itu saya mau lagi belajar.      
Saya memualai pendidikan itu pada SD NEGERI 1 CINTARATU....saya tidak mengenyam pedidikan TK,sebabnya saya tidak tahu dan saya tidak pernah menanyakan kepada orang tua saya..Disini saya mendapatkan banyak sekali teman yang sampai sekarang masih saya ingat walau mereka sudah dimana saya tidak tahu...disini juga saya pertama kali saya belajar baca dan tulis dan teman teman sekelas saya itu memang sangat solideritas sekali mungkin karena muridnya sedikit waktu saya kelas 6 sd hanya berjumlah 18 orang.Setelah lulus dari SD saya melanhutkan ke sekolah menengah pertama (SMP NEGERI 2 LAKBOK)..Terdiri dari 3 tingkatanyaitu (7,8,9) dimana setiap tingkatannya terdiri dari 5 kelas (a,b,c,d,e) terdapat perpustakaan yang menyediakan berbagai jenis buku,mushola tempat beribadah,lapang basket dan lapang volly,ruang bp/bk,ruang organisasi,kantin,aula,ruang kesemian,ruang guru,lab komputer,TU,wc,dll Selama 3 tahun saya belajar saya mendapatkan teman teman yang baru dan membuat hidup saya lebih berarti,,disamping belajar saya juga belajar menjadi siswa yang berorganisasi...sewaktu d SMP pelajaran yang paling saya sukai adalah B.INGGRIS...saya suka dengan B.INGGRIS karena saya dapat berbicara atau berbahasa asing walau sedikit-sedikit..saya lulus dengan nilai yang cukup memuaskan yaitu 32,05 walau tidak seberapa nilainya di bandingkan dengan nilai nilai UN teman teman saya tapi itulah hasil saya sendiri tanpa adanya tim sukses.setelah lulus dari smp saya melanjutkan sekolah di banjar yaitu SMK NEGERI 1 BANJAR Terdapat 4 hurusan yaitu TATA NIAGA,AKUNTANSI,MULTIMEDIA,ADMINISTRASI PERKANTORAN,,dan saya adalah dari jurusan tata niaga.Disini saya banyak sekali mendapatkan ilmu..sekarang saya duduk di kelas XII TN 3 (LASKAR MB3)... 

LAKBOK - CIAMIS LAKBOK, “MELAK TAPI TEU NGALEBOK” FENOMENA IRONIS DI PINGGIRAN KOTA BANJAR LANGKAPLANCAR, LANGENSARI, CIKAWUNG, SAWIT, LAKBOK DAN Perkampungan yg lahannya daerah pertanian lahan basah atau pesawahan di sebelah Timur Kota Banjar Patroman (kecuali langensari dan Langkaplancar). Daerah ini secara administrasi wilayahnya masih ada dlm wilayah Kabupaten Ciamis. Tetapi entah bagaimana asal muasal nama daerah LAKBOK yg dikiratakan oleh sebagian besar warga daerah setempat adlh meLAK tapi teu ngaleBOK, artinya menanam namun jarang makan, jarang panen dan jarang ternikmati buah hasilnya. Fenomena ini atas nama singkatan yg tentunya memiliki alasan, yakni alasan yg mana di daerah tsb pd masa lalunya sering kena imbasnya “cai ca’ah” dari sub DAS Citanduy. Cai ca’ah atau lazimnya disebut karena peristiwa banjir. KEJADIAN BANJIR KARENA CITANDUY CA’AH, yg pernah terjadi manakala jalur Citanduy masih hieum beuleugeudeugan thn 1603, sehingga air melimpah ke kawasan2 anak sungai dan kawasan hutan koridornya. Kejadian bencana banjir tsb konon tdk menelan korban dan kerugian krn waktu itu masih dlm kondisi hutan koridor. Malahan setelah surut masa air ca’ah tsb banyak menyisakan beberapa tanah sedimentasi alluvial muda dan kecamabah tumbuhan baru. Namun, bencana banjir yg tercatat di Dep PU jadul, yaitu thn 1968 dimana kerusakan bangunan tanggul yg terjadi di Cikadu, Randegan dan Cikawung terendam air sampai 0,50-2,50 m. Banjir di tahun 1968 ini, sampai juga ke daerah Siderja, Paledah Ciganjeng, Tunggulis. Dll yg merupakan kawasan Sub DAS Citanduy. DAN PADA TAHUN 1979 TERJADI juga bencana banjir yg cukup besar, tanggul2 didaerah langganan banjir seperti di Cikadu, Randegan, Ciganjeng, Tunggilis, Cikawung, Sawit, Lakbok dan sekitar terendam air cukup dlm dan besaran bencana banjir ini lebih besar dari tahun2 sebelumnya (1960 dan 1968). Bencana banjir thn 1979 ini kerugian atas pertanian sawah yg gagal panen dan juga kerugian matrial yg cukup besar berikut beberapa korban nyawa penduduknya. Bangunan tanggul, bangunan bagi, saluran primer dan tersier pd irigasi teknis juga banyak yg hancur dan jebol, maka-nya daerah lumbung padi di Cikawung, Ciseel, Citalahab, Cijolang, dan kawasan Lakbok dan sekitarnya tsb thn 1979 jadi gagal panen raya. Dan Lakbok yg “melak tapi teu ngalebok” itu jadi nyata krn semua hamparan pesawahannya terendam air banjir atau air ca’ah. Banjir besar thn 1979 ini terjadi pd seputaran bulan September-Oktober 1979. Dan thn berikutnya thn 1980 terwujud “blue print” utk Proyek Citanduy (Procit) 1980-2005 (25 thn). Namun pd awal thn 1983 hingga sekarang daerah2 tersebut sdh tidak lagi sebagai daerah “melak tapi ngalebok”, melainkan sdh jadi bagian wilayah yg memiliki konstribusinya terhadap swadaya pangan beras regional Jabar pd thn 1982-1986. Semoga daerah di bagian timur wilayah Kota Banjar ini tetap terjaga dan tdk mengalami penyusutan lahan karena peralihan fungsi lahan yg terjadi utk pengembangan Kota Banjar Patroman sekarang atau masa yg akan datang. sumber: http://dafa-meteora.blogspot.com/2011/03/lakbok-ciamis.html#ixzz1fZI8Uk9q

LAKBOK - CIAMIS

LAKBOK, “MELAK TAPI TEU NGALEBOK” FENOMENA IRONIS DI PINGGIRAN KOTA BANJAR
 

langkapLANCAR, LANGENSARI, CIKAWUNG, SAWIT, LAKBOK DAN Perkampungan yg lahannya daerah pertanian lahan basah atau pesawahan di sebelah Timur Kota Banjar Patroman (kecuali langensari dan Langkaplancar). Daerah ini secara administrasi wilayahnya masih ada dlm wilayah Kabupaten Ciamis. Tetapi entah bagaimana asal muasal nama daerah LAKBOK yg dikiratakan oleh sebagian besar warga daerah setempat adlh meLAK tapi teu ngaleBOK, artinya menanam namun jarang makan, jarang panen dan jarang ternikmati buah hasilnya. Fenomena ini atas nama singkatan yg tentunya memiliki alasan, yakni alasan yg mana di daerah tsb pd masa lalunya sering kena imbasnya “cai ca’ah” dari sub DAS Citanduy. Cai ca’ah atau lazimnya disebut karena peristiwa banjir.

KEJADIAN BANJIR KARENA CITANDUY CA’AH, yg pernah terjadi manakala jalur Citanduy masih hieum beuleugeudeugan thn 1603, sehingga air melimpah ke kawasan2 anak sungai dan kawasan hutan koridornya. Kejadian bencana banjir tsb konon tdk menelan korban dan kerugian krn waktu itu masih dlm kondisi hutan koridor. Malahan setelah surut masa air ca’ah tsb banyak menyisakan beberapa tanah sedimentasi alluvial muda dan kecamabah tumbuhan baru. Namun, bencana banjir yg tercatat di Dep PU jadul, yaitu thn 1968 dimana kerusakan bangunan tanggul yg terjadi di Cikadu, Randegan dan Cikawung terendam air sampai 0,50-2,50 m. Banjir di tahun 1968 ini, sampai juga ke daerah Siderja, Paledah Ciganjeng, Tunggulis. Dll yg merupakan kawasan Sub DAS Citanduy.

DAN PADA TAHUN 1979 TERJADI juga bencana banjir yg cukup besar, tanggul2 didaerah langganan banjir seperti di Cikadu, Randegan, Ciganjeng, Tunggilis, Cikawung, Sawit, Lakbok dan sekitar terendam air cukup dlm dan besaran bencana banjir ini lebih besar dari tahun2 sebelumnya (1960 dan 1968). Bencana banjir thn 1979 ini kerugian atas pertanian sawah yg gagal panen dan juga kerugian matrial yg cukup besar berikut beberapa korban nyawa penduduknya. Bangunan tanggul, bangunan bagi, saluran primer dan tersier pd irigasi teknis juga banyak yg hancur dan jebol, maka-nya daerah lumbung padi di Cikawung, Ciseel, Citalahab, Cijolang, dan kawasan Lakbok dan sekitarnya tsb thn 1979 jadi gagal panen raya. Dan Lakbok yg “melak tapi teu ngalebok” itu jadi nyata krn semua hamparan pesawahannya terendam air banjir atau air ca’ah. Banjir besar thn 1979 ini terjadi pd seputaran bulan September-Oktober 1979. Dan thn berikutnya thn 1980 terwujud “blue print” utk Proyek Citanduy (Procit) 1980-2005 (25 thn). Namun pd awal thn 1983 hingga sekarang daerah2 tersebut sdh tidak lagi sebagai daerah “melak tapi ngalebok”, melainkan sdh jadi bagian wilayah yg memiliki konstribusinya terhadap swadaya pangan beras regional Jabar pd thn 1982-1986. Semoga daerah di bagian timur wilayah Kota Banjar ini tetap terjaga dan tdk mengalami penyusutan lahan karena peralihan fungsi lahan yg terjadi utk pengembangan Kota Banjar Patroman sekarang atau masa yg akan datang.

Halamanku






MY FIRST BLOG

Asalamualaikum...
Salam kenal...
ini blog pertamaku